article

Nuh (bahasa Ibrani standar נוֹחַ, bahasa Ibrani Tiberia נֹחַ, bahasa Arab نوح) adalah seorang tokoh yang dijumpai dalam Alkitab dan Al Quran.

Nuh dalam agama Kristen


Nuh adalah anak dari Lamekh dan cucu dari Metusalah. Ia hidup selama lima ratus tahun, dan kemudian ia dan istrinya dikaruniai tiga anak, Yafet, Sem, dan Ham. Urutan ini dapat ditarik dari catatan kitab Kejadian: Nuh berusia 500 ketika anak pertamanya, Yafet, dilahirkan (Kejadian 5:32), 600 ketika banjir datang, jadi ada 100 tahun di antara kedua hal ini. Perhatikan bahwa Sem berusia 2 tahun lebih muda – ia dikaruniai Arpakhsad dua tahun setelah banjir, ketika ia berusia 100 (Kejadian 11:10). Karena itu Sem hanya berusia 98 ketika banjir datang. Ham dikatakan sebagai yang termuda (Kejadian 9:24).

Nama istri Nuh tidak disebut dalam Alkitab; menurut Book of Jubilees (termasuk dalam kanon Gereja Ortodoks Etiopia) namanya adalah Emzara. Tulisan-tulisan Midras memberinya nama Naamah, yang juga digunakan oleh Book of Jasher.

Nuh digambarkan sebagai orang yang benar di antara orang-orang sezamannya. Karena manusia saat itu hidup bergelimang dosa, Allah memutuskan untuk menjatuhkan hukuman: "Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi" (Kejadian 6:14). Namun Allah tidak menghancurkan segala-galanya. Ia memerintahkan Nuh untuk membangun sebuah bahtera yang besar untuk menyelamatkan sebagian makhluk ciptaan-Nya.

Setelah kapal itu selesai, Allah memerintahkan Nuh beserta keluarganya masuk ke dalam kapal itu. Bersama mereka, ikut serta pula setiap jenis binatang yang ada di bumi, sepasang demi sepasang. Setelah semuanya masuk lalu Allah menutup pintu bahtera itu dan menurunkan hujan yang lebat selama empat puluh hari empat puluh malam.

Kisah Kejadian melukiskan bahwa air menutupi bumi selama 150 hari lamanya, dan setelah itu air mulai surut. Nuh menunggu hingga bumi benar-benar kering, lalu pintu bahtera dibuka dan Nuh bersama keluarganya serta seluruh binatang yang ada di dalam bahtera itu pun keluar.

Setelah Nuh diselamatkan, Allah mengadakan perjanjian dengan Nuh dan memberkatinya (Kejadian 9:1-17). Inilah perjanjian yang pertama dikenal dan bersifat universal karena meliputi seluruh umat manusia. Di kemudian hari Allah mengadakan perjanjian pula dengan Abraham namun perjanjian itu dianggap lebih bersifat khusus.

Nuh dalam agama Islam


Nabi Nuh AS adalah cicit Nabi Idris AS. Beliau diutus kepada suatu kaum yang telah sesat. Beliaulah manusia pertama yang menentang penyembahan berhala. Beliau berdakwah selama hampir 500 tahun, namun dalam waktu selama itu hanya 80 orang yang menjadi pengikutnya, malah istri dan putranya Kanaan menjadi penentangnya.

Karena kaumnya membandel, Allah SWT menyuruh Nabi Nuh agar membuat kapal. Selama pembuatan kapal, beliau dan para pengikutnya selalu diejek kaumnya yang ingkar. Setelah selesai membuat kapal maka dimasukkannyalah sejumlah spesies binatang ke dalam kapalnya, lalu beliau masuk kapal bersama dengan pengikutnya. Setelah masuk kapal maka Allah menimpakan azab banjir kepada kaum Nuh. Kaumnya yang ingkar ikut tenggelam termasuk istri dan putranya Kanaan.

Setelah banjir reda, kapal Nabi Nuh terdampar di bukit Judi (terletak di Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia). Kemudian Nabi Nuh AS dan pengikutnya keluar dari kapal. Nabi Nuh memiliki 3 putra yang beriman, yakni Sam, Ham, dan Yafits. Sam menurunkan bangsa kulit putih. Ham menurunkan bangsa kulit hitam, dan Yafits menurunkan bangsa kulit kuning.

Pranala luar


نوح | Noè | Noe | Noa | Noach | Noah | Noa | Noé | نوح | Nooa | Noé (patriarche) | Noé | נח (דמות תנ"כית) | Noè | ノア (聖書) | Nûh | Noe | Noach | Noah | Noe | Noé | Нух | Noah | Noe | Noa | נח | 挪亞

 

This article is licensed under the GNU Free Documentation License. It uses material from the "Nuh".

Home Pageartsbusinesscomputersgameshealthhospitalshomekids & teensnewsphysiciansrecreationreferenceregionalscienceshoppingsocietysportsworld